Dunia  

Uni Eropa Desak Jeda Kemanusiaan pada Jalur Gaza untuk Salurkan Bantuan

Uni Eropa Desak Jeda Kemanusiaan pada Jalur Gaza untuk Salurkan Bantuan

republicberita.com – Jakarta – Uni Eropa (UE) pada pekan ini akan menyerukan “jeda kemanusiaan” dalam pertempuran Israel – Palestina. Jeda kemanusiaan diperlukan agar bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina dapat masuk dengan aman ke Gaza lalu menjangkau dia yang membutuhkan, menurut rancangan kesimpulan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa.

Kepala kebijakan luar negeri UE Josep Borrell menyokong seruan ini, menyebut pasokan bantuan kemanusiaan terbatas yang memasuki Jalur Gaza sejauh ini “tidak cukup”. Ia mengatakan pada hari Senin, 23 Oktober 2023 bahwa “hal yang mana paling penting” adalah memberikan lebih lanjut banyak bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong yang mana sedang dikepung Israel itu.

“Secara pribadi, saya pikir jeda kemanusiaan diperlukan untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk dan juga didistribusikan, mengingat separuh penduduk Gaza sudah pindah dari rumah mereka,” katanya kepada wartawan sebelum pertemuan para menteri luar negeri UE di area Luksemburg.

Borrell mengatakan Hamas juga harus menghentikan serangan roketnya terhadap Israel serta membebaskan lebih banyak dari 200 orang sandera — tepatnya 222 orang, menurut informasi terakhir dari militer Israel pada hari Senin.

Para pemimpin dari 27 negara anggota UE akan bertemu di tempat Brussels pada hari Kamis dan juga Jumat, dalam Dewan Eropa, dengan program utama mengenai situasi di tempat Timur Tengah.

“Dewan Eropa menyokong seruan Sekjen PBB Guterres untuk melakukan jeda kemanusiaan guna memungkinkan akses kemanusiaan yang mana aman dan juga bantuan untuk menjangkau mereka yang mana membutuhkan,” demikian bunyi rancangan kesimpulan KTT tersebut.

“Uni Eropa akan bekerja mirip dengan mitra-mitranya di area kawasan untuk melindungi warga sipil, membantu dia yang mana berupaya mendapatkan keselamatan atau memberikan bantuan, lalu memfasilitasi akses terhadap makanan, air, perawatan medis, unsur bakar kemudian tempat tinggal,” kata rancangan yang disebut yang digunakan dilihat oleh Reuters.

UE dalam draf itu juga menegaskan kembali pembebasan segera semua sandera tanpa prasyarat apa pun.

Sebelumnya, organisasi negara-negara Eropa ini telah terjadi menyatakan sikap yang bukan selaras perihal konflik Israel-Palestina, dengan para pejabatnya menyampaikan pesan-pesan membingungkan kemudian kadang-kadang bertentangan yang kemudian meningkatkan ketegangan dalam dalam blok tersebut.

Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sempat menghadapi kritik dikarenakan berbicara atas nama blok yang secara keseluruhan pada awal bulan ini, setelah melakukan perjalanan ke Israel untuk menawarkan dukungan Eropa kepada negara hal itu untuk melawan Hamas.

Sementara Borrell mengutuk blokade Israel dalam Gaza, juga menggambarkannya sebagai pelanggaran hukum internasional.

REUTERS | AL JAZEERA

Pilihan Editor: Tubuh Anak-anak Gaza Ditulisi Nama, Agar Bisa Dikenali Jika Kena Bom