Science Film Festival ke-14 Dibuka, Goethe-Institute: Sains Bisa Menyenangkan

Science Film Festival ke-14 Dibuka, Goethe-Institute: Sains Bisa Menyenangkan

republicberita.com – Jakarta – Goethe-Institut resmi membuka Science Film Festival atau SFF 2023 dalam Kantor Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset juga Teknologi (Kemendikbudristek) pada Sabtu, 21 Oktober 2023. Festival film ini merupakan perayaan komunikasi sains di dalam Asia Tenggara serta Selatan, Afrika, serta Timur Tengah.

Kali ini, tema yang diusung adalah Agenda Dekade Restorasi Ekosistem dari Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB.

Pembukaan secara resmi ditandai dengan pemukulan gong oleh para pembicara. Selama rentang 21 Oktober sampai 20 Desember 2023, gelaran SFF akan diselenggarakan secara internasional di tempat 22 negara. Goethe Institut bekerja serupa dengan mitra lokal untuk memperkenalkan literasi sains lalu memfasilitasi kesadaran akan beragam isu. Mulai dari isu ilmiah, teknologi, hingga lingkungan kontemporer dipromosikan lewat film yang tersebut mudah diakses dan juga menghibur. 

Setidaknya lebih besar dari 200 pelajar dari beberapa orang satuan lembaga pendidikan turut hadir dalam program pembukaan. Goethe Institut menyuguhkan dua film yang mana membawa isu tentang habitat lingkungan.

Film pertama berjudul Sang Penerang Desa, menceritakan sosok Puni yang membawa perubahan dalam desa-desa Indonesia dengan membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Film animasi ini terinspirasi dari sosok Tri Mumpuni. 

Film kedua berjudul Checker Tobi: The Waste Check. Film ini mempertontonkan bagaimana sampah kemasan berbahan plastik dapat diolah menjadi sesuatu yang mana baru dan juga bermanfaat. 

SFF untuk pertama kalinya diselenggarakan di area Thailand pada 2005. Sedangkan dalam Indonesia sendiri, SFF pertama kali digelar pada 2010. Festival ini mengandalkan kolaborasi dan juga partisipasi terlibat lembaga lembaga pendidikan sains, universitas, kementerian, pusat budaya, serta mitra lainnya. 

Direktur Regional Goethe Institut Asia Tenggara, Australia kemudian Selandia Baru Stefan Dreyer mengatakan SFF memberikan ide lalu dorongan melalui film tentang sains. “Kami ingin menunjukkan bahwa sains bisa saja menyenangkan. Kami ingin mengatakan bahwa sains dapat membantu kita menemukan solusi,” ujarnya dalam pembukaan SFF 2023.

Ia berharap agar para pelajar yang tersebut datang dapat mengambil tindakan baik untuk sistem ekologi dunia. “Saya sangat berharap pada Anda semua, oleh sebab itu Anda adalah generasi masa depan,” kata Stefan. 

Menjaga habitat adalah peran kita semua

Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kemendikbudristek Tatang Muttaqin mengatakan festival ini mengantarkan para pelajar untuk lebih banyak paham mengenai pentingnya sains. Selain itu, mengingatkan pentingnya peran menjaga bumi juga lingkungan sekitar. 

“Saya mengajak para pegiat film, kebudayaan, kemudian pecinta alam untuk bersatu melalui SFF, sehingga kita bisa jadi meraih depan yang lebih tinggi baik. Tidak semata-mata bagi film itu sendiri, tidak ada belaka bagi sains, tapi juga untuk keberlangsungan umat manusia,” kata Tatang.

Menurut Tatang, kolaborasi ini membuktikan kebudayaan, lingkungan serta interaksi antarbudaya merupakan unsur yang digunakan tak terpisahkan dalam sistem ekologi dunia. “Mari kita ambil bagian, refleksi lalu beraksi untuk merawat bumi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan