Dunia  

Roket-roket yang Digunakan Brigade Al Qassam Hamas Serang Israel Buatan Sendiri

Roket-roket yang dimaksud Digunakan Brigade Al Qassam Hamas Serang Israel Buatan Sendiri

republicberita.com – Jakarta – Salah satu pasukan bersenjata dari Hamas adalah Brigade Al Qassam. Pasukan itu didirikan pada 1991 sebagai respons penindasan Israel terhadap rakyat Palestina.

Nama Al Qassam diambil dari individu pejuang Palestina yang tersebut gugur ketika melawan penjajahan Inggris pada 1935, yakni Syekh Izz al-Din al-Qassam.

Brigade Al Qasam mempunyai tiga cabang utama, sebagai berikut.

  1. Cabang militer miliki tugas untuk melatih, membekali, lalu mengkoordinasikan pasukan-pasukan yang digunakan siap berperang melawan Israel.

  2. Cabang keamanan miliki tugas untuk menjaga keamanan internal di area Jalur Gaza serta mencegah infiltrasi musuh.

  3. Cabang sosial miliki tugas untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang digunakan terkena dampak konflik

Brigade Al Qassam juga dikenal sebagai pasukan yang disiplin, profesional, juga berani. Mereka memiliki berbagai macam senjata, mulai dari senapan, roket, ranjau, hingga drone. Mereka memiliki unit-unit khusus, seperti unit roket, unit terowongan, unit komando, unit pembom bunuh diri, unit anti-tank, kemudian unit anti-pesawat.

Salah satu keunggulan Brigade Al Qassam adalah kemampuan menyebabkan roket buatan sendiri. Pada 9 Oktober 2023, Brigade Al Qassam melancarkan serangan ke Israel menggunakan 200 roket. Roket-roket yang dimaksud dibuat Brigade Al Qassam dinamai dengan tokoh-tokoh palestina.

Salah satu roket yang digunakan terkenal adalah Roket Qassam.

Roket Qassam

Dilansir dari jewishpolicycenter.org, Roket Qassam merupakan roket artileri yang mana bukan miliki sistem pemandu. Roket itu dibuat dari baja, besi cor, dan juga aluminium. Pipa itu ditempel dalam ujung atas dengan hlu ledak yang tersebut kecil. Roket itu dinamai Qassam lantaran merujuk pada pejuang Palestina bernama Syekh Izz al-Din al-Qassam ketika melawan penjajahan Inggris pada 1935.

Berat dari roket Qassam dari 35 sampai 50 kilogram dengan panjang sekitar 180 sampai 244 sentimeter. Roket Qassam miliki diameter 11.5 sentimeter yang dimaksud unsur peledaknya menggunakan bantalan logam serta peledak standar.

Bahan peledak itu diselundupkan ke jalur Gaza melalui terowongan bawah tanah dari Mesir. Pembangunan terowongan itu dimulai pada 2005. Hamas kemudian menggenjot konstruksi setelah merekan menguasai Jalur Gaza pada 2007 yang tersebut menggalakkan Israel dan juga Mesir untuk mulai membatasi pergerakan barang juga orang masuk serta keluar demi alasan keamanan.

Bahan mentah untuk satu roket seharga 800 dollar AS. Dalam menimbulkan roket, biasanya terdiri dari dua orang. Seorang pembuat roket menyatukan selongsong roket dari pipa logam. Yang lainnya mengisi hulu ledak dengan unsur peledak. Selanjutnya, salah satu pembuat roket mencampur material bakar propelan, sementara pembuat roket lainnya memasang tutup detonator, yang dimaksud menyebabkan rudal meledak saat terjadi benturan.

Roket Qassam digunakan pertama kali pada Oktober 2001. Roket itu biasanya diluncurkan dengan mudah sebab relatif kecil kemudian dapat dibawa dari tempat ke tempat lain tanpa menggunakan alat lain.

Selain dua roket tersebut, Brigade Al Qassam juga memiliki roket-roket lain, yakni roket al-Quds, roket al-Bana, roket al-Aqsa, dan juga roket R-160. Roket-roket ini mampu menjangkau berbagai kota di area Israel, termasuk Tel Aviv.

ANANDA BINTANG I  MUHAMMAD RAFI AZHARI  I  ANANDA BINTANG P