Pemerintah gunakan data Regsosek jalankan program tepat sasaran

Pemerintah gunakan data Regsosek jalankan program tepat sasaran
Arahan Presiden bahwa basis data ini (Regsosek) untuk dipergunakan seoptimal mungkin….

republicberita.com – Jakarta – Pemerintah menggunakan basis data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) untuk menjalankan program pemerintah yang tersebut hal tersebut tambahan besar tepat sasaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengatakan, Regsosek saat ini sudah pernah diperkaya dengan data mengenai kondisi perumahan, kependudukan kemudian ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, juga data lainnya yang mana mana mengacu pada Kerangka Satu Data Indonesia.

“Arahan Presiden bahwa basis data ini (Regsosek) untuk dipergunakan seoptimal mungkin, lalu ini digunakan tiap Kementerian/Lembaga,” kata Menko Airlangga, usai Rapat Internal Pengelolaan Data Registrasi Sosial Ekonomi untuk Penyaluran Bantuan Sosial, dikutip melalui keterangan resmi dalam Jakarta, Selasa.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Menko Airlangga menyampaikan supaya data Regsosek harus dimanfaatkan untuk keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), bantuan sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BLT Dana Desa (BLT DD), bantuan subsidi pupuk, subsidi LPG, subsidi listrik, serta Kartu Prakerja.

“Untuk itu dibutuhkan instruksi presiden, pada mana nanti akan disusun pemangku datanya yang digunakan diusulkan di tempat tempat Kemenkeu, kemudian kebijakannya oleh Menteri PPN/Bappenas. Kemudian tentu data ini di-update, kemudian juga seluruh program akan berbasis data tersebut,” ujarnya.

Data yang digunakan sudah dihasilkan dari Regsosek tersebut, dari 98,06 persen data keluarga penerima program pemerintah terdiri atas 7,94 persen keluarga penerima PIP untuk usia 5-30 tahun, 39,90 persen keluarga penerima program Bansos Sembako/BPNT, 24,71 persen keluarga penerima PKH, lalu 17,87 persen penerima BLT DD.

Kemudian, keluarga penerima bantuan Subsidi Pupuk sebesar 13,67 persen, keluarga penerima Subsidi LPG sebesar 81,67 persen, serta 42,03 persen merupakan keluarga penerima bantuan Subsidi Listrik.

“Dalam rapat, Presiden juga mengarahkan untuk bantuan beras dilanjutkan dalam Desember 2023,” ujar Airlangga.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta juga Kementerian PPN/Bappenas sudah pernah terjadi menyepakati agar dasar hukum Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) akan mengacu pada Kerangka Satu Data Indonesia.

Data pendataan awal Regsosek yang tersebut digunakan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) sudah selesai kemudian dilaporkan atau diserahkan ke Bappenas.

Hasil pendataan awal Regsosek yang dimaksud dimaksud dilaksanakan BPS pada 15 Oktober hingga 14 November 2022 sudah mengonfirmasi bahwa sebanyak 78.382.866 keluarga pada 514 kabupaten/kota, serta ada penambahan data keluarga sebanyak 77 ribu, dengan data yang mana juga sudah dikerjakan dilengkapi peringkat kesejahteraan keluarga.