Pasar Cloud RI Rp14 Triliun, Industri Ini Paling Susah Pindah

Pasar Cloud RI Rp14 Triliun, Industri Ini Paling Susah Pindah

republicberita.com –

Jakarta – Layanan cloud semakin berkembang pesat dalam dalam Indonesia. Bahkan, mengutip data IDC, pertumbuhannya mampu mencapai US$933 jt atau Rp 14,6 triliun tahun ini.

“Cloud tetap akan meningkat. Dari angkanya itu kalau untuk Indonesia dari IDC US$933 juta. Kalau growth [setiap tahunnya] 20%-30%, tergantung situasi,” kata Direktur Channels and Strategic Partnerships Google Cloud South East Asia, Megawaty Khie ditemui usai UOB Conference 2023, Rabu (11/10/2023).

Pemicu perkembangan pesat pemanfaatan cloud Indonesia adalah perekonomian digital. Sebab berdasarkan data dari Google, Temasek, kemudian Bain & Company, nilai sektor dunia usaha digital di tempat area Asia Tenggara sendiri tembus US$200 miliar pada tahun lalu.

Saat ditanya tentang kepercayaan orang menggunakan cloud, dia meyakini sudah cukup tinggi. Sebab sudah banyak warga yang mana digunakan malas membeli kemudian menggunakan hardware jadi akhirnya beralih ke cloud.

“Sangat tinggi sekarang ini, yang dimaksud itu pertama orang malas beli hardware lagi. Mereka dulu beli hardware harus pesan. Harus tunggu dua bulan serta positioning,” jelasnya.

“Lebih gampang implementasi. Kamu ngomong mirip saya [menyediakan layanan cloud] sorenya udah ada. Adaptasi meningkat,” ujar Megawaty menambahkan.

Selain itu, banyak orang sudah bukan khawatir lagi menggunakan cloud. Namun Megawaty mencatat ada satu kendala untuk implementasi cloud pada area dalam negeri.

Yakni terkait izin yang dimaksud mana diberikan dari pemerintah. Misalnya perbankan mau menggunakan cloud, harus mendapatkan izin dulu dari lembaga terkait.

“Saya lihat kendalanya dari pemerintah harus tambahan lanjut mendukung. Kalau si customer kita, terutama perbankan kalau mau coba ke cloud harus izin, minta izin dari BI dari OJK. Biasanya izin cukup agak lama,” kata dia.


Tinggalkan Balasan