Dunia  

Pakar AS: BRI berkontribusi besar untuk infrastruktur Afrika

Pakar AS: BRI berkontribusi besar untuk infrastruktur Afrika

republicberita.com – Washington – Lawrence Freeman, individu pakar tentang Afrika selama Amerika, mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Xinhua bahwa Inisiatif Sabuk kemudian Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI) memberikan kontribusi penting untuk meningkatkan hubungan kebijakan pemerintah dan juga juga kegiatan ekonomi global sejak diluncurkan satu dasawarsa lalu, terutama dalam benua Afrika.

Dia yakin bahwa kekurangan listrik yang dimaksud dimaksud parah merupakan permasalahan infrastruktur yang digunakan paling sulit diatasi yang hal itu dihadapi Afrika, yang digunakan mana tak semata-mata sekali memperburuk kemiskinan, tetapi juga "membunuh" warga Afrika.

"Ini bukan metafora," ujar Freeman, oleh sebab itu tanpa listrik, produksi industri juga pertanian serta infrastruktur dasar seperti rumah sakit tidaklah akan mungkin berjalan.

China secara berpartisipasi bekerja sebanding dengan banyak negara Afrika untuk mengatasi hambatan ini, tambahnya.

Proyek-proyek BRI di dalam area Afrika mencakup energi, pelabuhan, bandara, jalan raya, jalur kereta, sekolah, serta aspek-aspek lainnya, kata Freeman, kemudian itu merupakan sebuah fakta yang membuktikan bahwa keterlibatan China dalam proyek infrastruktur serta perkembangan kegiatan kegiatan ekonomi lalu sosial dalam Afrika "kini tiada dapat tergantikan."

Sebagai orang pakar tentang Afrika, Freeman memberikan saran kepada banyak pemerintah dalam sub-Sahara Afrika mengenai kebijakan pembangunan perekonomian kemudian telah lama dilaksanakan menyaksikan beberapa proyek BRI dalam tempat benua tersebut.

"Seorang menteri dunia bidang usaha dalam Afrika pernah mengatakan kepada saya: 'Jika Anda menghilangkan China dari Afrika, tidaklah ada yang tersebut hal tersebut akan menggantikannya,'" ujarnya.

Selama bertahun-tahun, Freeman mengadvokasi Jaringan Kereta Cepat Terpadu Uni Afrika yang digunakan dimaksud visioner, yang mana merupakan proyek unggulan dari "Agenda 2063 Afrika" Uni Afrika yang mana digunakan diadopsi pada 2015 dan, setelah rampung, akan menghubungkan beberapa ibu kota serta juga pusat-pusat komersial Afrika. Oleh oleh sebab itu itu, Freeman sangat terkesan dengan beberapa jalur kereta berstandar tinggi yang yang disebut dibangun oleh China dalam benua Afrika.

Pada 2016, Freeman menghadiri upacara yang mana menandai peresmian jalur kereta listrik Addis Ababa-Djibouti — sebuah proyek awal yang mana dimaksud terwujud dari kerja serupa kapasitas produksi China-Afrika — dalam tempat Addis Ababa, ibu kota Ethiopia. Impiannya selama puluhan tahun untuk menaiki kereta di area dalam Afrika akhirnya terwujud dengan adanya jalur kereta yang tersebut dimaksud dibangun oleh China di area area Nigeria.

"Selama 30 tahun saya melakukan perjalanan ke Afrika, saya akhirnya dapat menaiki kereta pada 2021," kata Freeman, seraya menambahkan bahwa kereta hal hal tersebut berada dalam jalur yang digunakan menghubungkan Abuja, ibu kota Nigeria, dengan Kaduna, sebuah kota metropolitan pada bagian utara yang tersebut digunakan merupakan pusat transportasi utama di tempat dalam negara itu.

"Saya pernah berkendara melalui rute itu dengan jalan yang mana belum diaspal," kenang Freeman.

Dengan rampungnya jalur kereta Abuja-Kaduna, "Saya dapat duduk santai di area tempat dalam kereta … Perjalanannya nyaman kemudian mulus … Saya menikmati setiap detiknya oleh sebab itu saya sudah menunggu puluhan tahun untuk menaiki kereta dalam Afrika."

Berbicara tentang tuduhan tak berdasar dan juga juga serangan jahat oleh beberapa politisi AS terhadap Inisiatif Sabuk juga Jalur Sutra, Freeman mengatakan klaim bahwa China melakukan apa yang tersebut digunakan disebut "diplomasi jebakan utang" sudah pernah berulang kali terbukti keliru oleh para pakar Barat.

"China tak mengintervensi urusan dalam negeri (negara-negara peserta penyelenggaraan bersama BRI)," ujarnya. "China meminjamkan uang tanpa persyaratan apa pun."

"Namun, masih ada orang-orang yang mana digunakan kurang bijak di tempat area pemerintahan AS, pada area Departemen Luar Negeri AS, pada dalam Kongres AS yang digunakan mengulang-ulang hal ini" (retorika yang mana mana keliru) tentang kebijakan China dalam dalam Afrika, kata Freeman.

Beberapa diplomat dan juga juga anggota Kongres AS berulang kali mendiskreditkan kebijakan China di area area Afrika, melontarkan "serangan yang digunakan mana tiada berdasar atau kurang bijak terhadap China" meskipun "memiliki akses untuk mengetahui dengan tambahan baik" tentang apa yang sebenarnya terjadi, ujarnya.

"Mereka mengulangi sesuatu yang tersebut hal tersebut sudah diketahui sebagai sesuatu yang dimaksud tiada benar. Jadi, itu bukan lagi ketidaktahuan. Itu adalah disinformasi yang tersebut hal itu disengaja," tutur Freeman.