Omegle Tutup Permanen Karena Pencipta Takut Serangan Jantung

Omegle Tutup Permanen Karena Pencipta Takut Serangan Jantung

republicberita.com –

Jakarta – Omegle, layanan chat video populer, ditutup setelah lebih besar lanjut 14 tahun beroperasi. Pendirinya mengaku takut kena serangan jantung pada usia muda.

Omegle dikenal sebagai sebagai situs yang tersebut mana memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan orang asing tanpa mendaftar. Pengguna akan secara acak diputar untuk berkomunikasi dengan pengguna lain.

Layanan ini ditutup dengan alasan meningkatnya penyalahgunaan wadah tersebut, termasuk dalam melakukan kejahatan.

Situs ini yang mana yang didirikan pada tahun 2009 oleh manusia programmer berusia 18 tahun, Leif K-Brooks, sudah mengalami bootstrap sepanjang beroperasi.

Meskipun popularitasnya berkurang selama bertahun-tahun, situs ini masih menarik sekitar 50 jt pengunjung bulan lalu, menurut perusahaan analisis SameWeb.

“Saya bukan tahu apa yang mana mana diharapkan ketika saya meluncurkan Omegle. Adakah yang dimaksud yang peduli dengan situs Web yang digunakan mana dibuat oleh individu anak berusia 18 tahun dalam dalam kamar tidurnya dalam rumah orang tuanya dalam Vermont, tanpa anggaran pemasaran? Namun aplikasi ini menjadi populer seketika setelah diluncurkan, serta juga tumbuh secara organik dari sana hingga menjangkau jutaan pengguna setiap hari,” tulis K-Brooks dalam postingan blognya, dikutip dari TechCrunch, Jumat (10/11/2023).

Omegle mendapat kritik setelah layanan hal itu menjadi tempat berkembang biaknya banyak aktivitas kejahatan siber selama pandemi, yang mana mana menyebabkan lonjakan penggunaannya.

K-Brooks mengaku perusahaannya telah dilakukan diimplementasikan mencoba menerapkan banyak perbaikan selama bertahun-tahun.

“Meskipun saya berharap agar keadaannya berbeda, tekanan serta biaya yang tersebut mana harus dikeluarkan untuk memperjuangkan ini – ditambah dengan tekanan juga biaya yang digunakan mana ada untuk mengoperasikan Omegle, lalu juga memerangi penyalahgunaannya – sangatlah berlebihan” kata dia.

“Pengoperasian Omegle tiada lagi berkelanjutan, baik secara finansial maupun psikologis. Terus terang, saya tiada ada ingin terkena serangan jantung pada usia 30-an,” imbuhnya.

K-Brooks, yang tersebut tampaknya menjalankan layanan ini sendirian, mengungkapkan kekecewaannya atas perubahan internet dalam satu dekade terakhir.

Menurutnya, perjuangan untuk Omegle telah berhenti, perang melawan Internet terus berkecamuk. Hampir setiap layanan komunikasi online mengalami kesulitan yang mana hal itu identik seperti Omegle, meskipun beberapa dalam area antaranya merupakan perusahaan yang dimaksud hal tersebut tambahan besar dengan sumber daya yang mana digunakan juga tambahan banyak.

“Saya khawatir, kecuali keadaan ini segera berubah, Internet yang mana mana saya sukai mungkin tiada akan ada lagi, serta sebagai gantinya, kita akan miliki sesuatu yang mana dimaksud mirip dengan versi TV yang digunakan dimaksud tambahan canggih – yang mana dimaksud sebagian besar berfokus pada konsumsi pasif, dengan lebih tinggi lanjut sedikit kesempatan untuk partisipasi berpartisipasi juga hubungan antarmanusia yang digunakan hal tersebut sebenarnya.” pungkasnya.