Musim Hujan Tiba, Hindari Nyeri Arthritis dengan Saran Pakar Berikut

Musim Hujan Tiba, Hindari Nyeri Arthritis dengan Saran Pakar Berikut

republicberita.com – Jakarta – Musim hujan sudah dalam depan mata juga biasanya identik dengan cuaca yang tersebut lebih tinggi sejuk. Temperatur yang agak dingin sering menjadi siksaan buat penderita arthritis oleh sebab itu rasa nyeri dalam persendian. Kepada Express, individu pakar membagikan jenis makanan yang digunakan dapat membantu menghalau gejala radang sendi atau arthritis. 

Meski penyebab lalu jenisnya berbeda, kebanyakan kondisi persendian termasuk peradangan, yang digunakan berakibat nyeri dan juga pergerakan terbatas. Karena itu, pola makan yang tersebut berfokus pada pengurangan kadar peradangan pada tubuh bisa saja membantu, menurut  Shireen Kassam, pendiri dan juga direktor Plant-Based Health Professionals UK.  

“Pola makan lalu gaya hidup sangat penting untuk meminimalisir risiko mengembangkan penyakit kronis, termasuk berbagai bentuk arthritis. Kebanyakan orang tak sadar pada kesehatan sampai jatuh sakit. Riset menunjukkan pemilihan makanan berperan signifikan dalam mencegah lalu mengelola arthritis,” jelasnya.

Kuncinya makanan nabati
Karena itu, ia memberi saran perubahan ke pola makan antiperadangan. Ia menyarankan makanan alami jika sasarannya mengurangi rasa sakit terkait radang sendi.

“Pola makan antiperadangan didominasi makanan nabati penuh, yakni buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, herbal, juga rempah-rempah. Makanan jenis ini adalah kunci pola makan sehat, termasuk diet Mediterania, vegetarian, serta vegan,” kata Kassam.

“Pola makan yang punya basis kuat tanaman terbukti mampu mengurangi rasa sakit dan juga meningkatkan kualitas hidup orang dengan rheumatoid arthritis, osteoarthritis, juga bahkan mungkin membantu penderita psoriatik arthritis,” tambahnya.

Pasalnya, sumber makanan nabati tinggi deretan nutrisi, vitamin, mineral, lalu zat-zat antiperadangan. Bahkan, salah satu jenis makanan itu setara dengan kekuatan pereda rasa sakit seperti ibuprofen, menurut ulasan yang tersebut dimuat  di jurnal BMJ Open Sport & Exercise Medicine.