Dunia  

Liga Arab sanjung resolusi gencatan senjata kemanusiaan PBB pada Gaza

Liga Arab sanjung resolusi gencatan senjata kemanusiaan PBB pada Gaza

republicberita.com – Ankara – Liga Arab menyanjung resolusi yang mana hal tersebut disahkan Majelis Umum PBB pada Sabtu dini hari yang mana mana menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan" di dalam tempat Jalur Gaza.

"Adopsi resolusi oleh sebagian besar (negara) mencerminkan tren yang tersebut dimaksud jelas dalam opini rakyat dunia yang digunakan digunakan menolak terus berlangsungnya agresi terhadap Jalur Gaza akibat dampak terhadap kemanusiaan yang dimaksud begitu besar serta pasti menyasar warga sipil," kata Sekjen Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dalam sebuah pernyataan.

"Resolusi itu mencakup pentingnya pelindungan bagi warga sipil, pembukaan koridor kemanusiaan kemudian perlunya mematuhi hukum kemanusiaan internasional," ujarnya.

Majelis Umum PBB pada Jumat (27/10) menyetujui resolusi yang dimaksud hal tersebut menyerukan "gencatan senjata kemanusiaan yang dimaksud berlangsung lama serta juga berkelanjutan" segera dalam tempat Gaza.

Draf resolusi yang dimaksud diajukan hampir 50 negara, termasuk Turki, Palestina, Mesir, Yordania, Arab Saudi juga Uni Emirat Arab (UAE) itu, memperoleh dukungan 120 suara, dengan 14 kata-kata menolak serta 45 lainnya abstain.

Diadopsi pada pertemuan Sidang Khusus Darurat ke-10 mengenai situasi di tempat tempat Wilayah Pendudukan Palestina, draf yang dimaksud mengungkapkan “keprihatinan luar biasa” atas “eskalasi kekerasan terkini” sejak Hamas melancarkan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober.

Resolusi itu mengecam "segala aksi kekerasan terhadap warga sipil Palestina dan juga juga Israel, termasuk semua aksi teror lalu serangan tanpa pandang bulu, serta semua tindakan provokasi, penghasutan juga penghancuran."

Resolusi itu juga mengajukan permohonan agar "seluruh pihak segera serta sepenuhnya mematuhi kewajiban merekan di area tempat bahwa hukum internasional."

Resolusi PBB itu juga menekankan pentingnya “mencegah destabilisasi kemudian eskalasi kekerasan tambahan besar lanjut pada dalam kawasan.”

Pemerintah Israel menggambarkan resolusi hal itu sebagai hal yang digunakan mana tercela lalu juga menolak seruan gencatan senjata.

Sumber: Anadolu