Hukum  

Kejagung tetapkan Sadikin Rusli sebagai tersangka korupsi BTS 4G

Kejagung tetapkan Sadikin Rusli sebagai tersangka korupsi BTS 4G

republicberita.com – Jakarta – Tim penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menetapkan Sadikin Rusli (SR) sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi BTS 4G.

“Berdasarkan fakta lalu persesuaian dengan alat bukti yang tersebut itu ditemukan, tim penyidik pada Direktorat Penyidikan Jampidsus menetapkan status SR dari semula saksi menjadi tersangka, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-54/F.2/Fd.2/10/2023 tanggal 15 Oktober 2023,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tercatat diterima pada Jakarta, Minggu.

Penyidik Jampidsus Kejagung menangkap SR pada Sabtu (14/10). Selain penangkapan, tim penyidik juga menggeledah kediaman SR dalam Manyar Kertoarjo, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur pada pukul 10.00 WIB.

Ia ditangkap dalam perkara dugaan perbuatan pidana korupsi permufakatan jahat gratifikasi atau aksi pidana pencucian uang dengan perbuatan pidana dengan syarat tindakan pidana korupsi, pada penyediaan infrastruktur BTS 4G kemudian infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan juga juga 5 BAKTI Kementerian Komunikasi juga Informatika Tahun 2020–2022.

“Selanjutnya, SR diamankan kemudian dilaksanakan pemeriksaan pada tempat Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Kemudian, SR dibawa ke Jakarta guna dikerjakan pemeriksaan tambahan intensif pada Gedung Bundar Jampidsus Kejaksaan Agung,” kata Ketut.

SR pada saat ini ditahan di tempat dalam Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan terhitung sejak 15 Oktober–November 2023. Penahanan dilaksanakan setelah penyidik memeriksa kesehatan SR dan juga juga yang bersangkutan dinyatakan sehat.

Lebih lanjut, Ketut menjelaskan bahwa SR disangka sudah lama secara melawan hukum melakukan permufakatan jahat untuk melakukan penyuapan atau gratifikasi atau menerima, menguasai penempatan, menggunakan harta kekayaan sebagai uang sebesar sekitar Rp40 miliar.

Uang miliaran rupiah itu diduga berasal dari tersangka Komisaris PT Solitechmedia Synergy Irwan Hermawan (IH), melalui tersangka Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama (WP).

Atas perbuatannya itu, SR disangkakan melanggar Pasal 15 atau Pasal 12B atau Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Pencegahan juga Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Tinggalkan Balasan