Kasus pengeroyokan Babinsa di tempat Jakarta Selatan berakhir damai

Kasus pengeroyokan Babinsa di tempat tempat Jakarta Selatan berakhir damai
ketiga tersangka ini dilaksanakan penahanan selama 13 hari

republicberita.com – JAKARTA – Kasus pengeroyokan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI Alex Edison oleh kakak beradik bernama Vadel Badjideh, Martin Badjideh, lalu Bintang Badjideh pada dalam Pesanggrahan, Jakarta Selatan berakhir damai.

Wakil Kepala Satuan (Wakasat Reskrim) Polres Jaksel Kompol Henrikus Yossi menjelaskan perkara pengeroyokan itu  dihentikan melalui penyelesaian lewat mediasi atau menggunakan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

"Jadi ketiga tersangka ini dilaksanakan penahanan selama 13 hari sampai hari ini sudah pernah dijalankan kesepakatan sehingga perkaranya dalam selesaikan secara restorative justice," kata Henrikus Yossi kepada wartawan dalam Jakarta, Rabu.

Yossi mengatakan terjadi kesepakatan damai antara korban dengan tersangka. Kedua belah pihak setuju untuk saling memaafkan.

"Dalam proses penyidikan perkara ini ternyata kedua belah pihak baik itu pihak korban maupun pihak tersangka setuju menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan jadi antara keluarga dari masing-masing pihak setelah saling memaafkan," kata dia.

Yossi menambahkan permohonan keadilan restoratif mengacu pada Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Ketiga pelaku yang dimaksud diwakilkan oleh Martin Badjideh mengucapkan terima kasih kepada korban pengeroyokan yang dimaksud dimaksud sudah membuka pintu maaf atas peristiwa yang digunakan digunakan dialaminya. Serta pihak polisi yang dimaksud dimaksud sudah memfasilitasi keadilan restoratif.

"Kami selaku pelaku memohon maaf kepada bapak Alex Edison selaku korban juga beserta keluarga memohonkan permohonan maaf yang digunakan sebesar-besarnya lalu sedalam-dalamnya atas peristiwa ini," ujarnya.

Sementara itu, korban Babinsa TNI Alex Edison mengatakan permintaan maaf dari ketiga pelaku diterima mempertimbangkan alasan kemanusiaan.

"Alasan memilih memaafkan dikarenakan rasa kemanusiaan, saya serahkan kepada diri saya sendiri untuk memaafkan," ucapnya.

Sebelumnya, Polisi mengungkapkan pengeroyokan terhadap Babinsa TNI bernama Alex Edison yang digunakan dipicu adu mulut antara korban dengan pelaku Martin Badjideh dalam Jalan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 12 Oktober 2023 dikarenakan pelaku hampir tertabrak.

Selanjutnya terjadi pertengkaran mulut kemudian menimbulkan yang digunakan digunakan bersangkutan (pelaku) mendatangi korban.

Kemudian pelaku membawa dua saudaranya, Vadel Badjideh juga Bintang Badjideh. Selanjutnya para pelaku mengeroyok korban.

Korban saat itu mencoba menjelaskan bahwa dia adalah anggota Babinsa TNI. Namun, korban yang tersebut hal tersebut pada saat itu tiada menggunakan seragam kemudian juga pelaku tetap tiada mempedulikannya serta tetap menghakimi korban hingga babak belur.