Kanker Kulit Melanoma kemudian Non-melanoma, Mana Lebih Ganas?

Kanker Kulit Melanoma kemudian Non-melanoma, Mana Lebih Ganas?

republicberita.com – Jakarta – Kanker kulit terbagi menjadi melanoma kemudian non-melanoma. Non-melanoma mengacu pada kanker yang muncul dalam lapisan teratas kulit serta berkembang lambat, dialami oleh lebih banyak banyak laki-laki, terutama di dalam usia lanjut.

Melanoma tipe kanker yang tersebut lebih besar jarang tapi lebih banyak agresif juga dapat berdampak lebih banyak serius. Melanoma adalah jenis kanker kulit yang tersebut berawal dari sel-sel pigmen yang tersebut berada terpencil di dalam dalam kulit, sering berawal dari tahi lalat, bisa saja tahi lalat lama atau baru. Melanoma berawal dari sel-sel di tempat kulit yang dimaksud disebut melanosit.

Pemicu melanoma beragam tergantung faktor gaya hidup dan juga beberapa kondisi medis tertentu. Sengatan sinar matahari mampu meningkatkan risiko melanoma. Riset menunjukkan jenis sinar matahari yang sanggup memicu melanoma adalah UVA. Risiko melanoma juga meningkat seiring usia, biasanya di area atas 75 tahun, namun orang muda juga mampu terkena.

Curiga, segera ke dokter
Kasus melanoma jarang terjadi pada ras kulit hitam. Jika orang Afrika atau Asia terkena melanoma, maka jenisnya biasanya yang mana berkembang di dalam tumit, telapak tangan, atau di area bawah kuku.

Jika melihat atau curiga ada tanda kanker kulit, segera berkonsultasi ke dokter. Mereka akan memeriksa kondisi kulit dengan alat dermatoskop. Spesialis kulit akan memeriksa kulit juga mengatur penghilangan tahi lalat atau area tak normal di tempat kulit untuk melihat apakah itu kanker kulit. 

Tindakan ini disebut biopsi eksisi. Area kulit yang dinilai tak normal atau tahi lalat itu kemudian dikirim ke laboratorium. Spesialis patologi memeriksa jaringan di dalam bawah mikroskop untuk mendapatkan diagnosis yang mana lebih besar akurat.

Untuk perawatannya, Anda mungkin akan disarankan operasi untuk membuang sumber kanker lalu mengurangi risiko kanker kembali muncul dalam area yang mana sama, yang tersebut disebut eksisi lokal besar. Operasi ini biasanya dijalani dengan bius lokal. Begitu penjelasan yang tersebut diberikan Dr. Peter Dziewulski kepada Hello.