Jerman Ikut Aturan Jokowi, Google Akhirnya Mau Bayar Rp 53 M

Jerman Ikut Aturan Jokowi, Google Akhirnya Mau Bayar Rp 53 M

republicberita.com –

Jakarta – Beberapa negara tengah mencanangkan kebijakan yang mana mengharuskan raksasa teknologi seperti Google lalu Facebook untuk membayar komisi ke perusahaan media yang mana mana kontennya didistribusikan via sistem mereka.

Di Indonesia, aturan yang digunakan dinamai ‘Publisher Rights’ hal yang masih terus digodok sesuai arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di Kanada, Facebook akhirnya memblokir konten berita oleh sebab itu tak bersedia mengikuti aturan ‘Bill C-18’ yang tersebut dimaksud sudah ditetapkan. Sementara itu, di dalam tempat Australia, aturan serupa juga sudah diteken.

Terbaru, Google setuju untuk membayar perusahaan media pada area Jerman senilai 3,2 jt euro atau sekitar Rp 53 miliar per tahun, dikutip dari Reuters, Jumat (13/10/2023).

Persetujuan Google ini masih menunggu keputusan dari kantor paten Jerman (DPMA). Namun, Google sudah pernah menyepakati nilai kompensasi yang digunakan disebut dengan Corint Media.

Corint Media adalah payung organisasi yang tersebut dimaksud mewakili perusahaan media internasional pada Jerman. Antara lain Sat.1, ProSieben, RTL, Axel Springer lalu CNBC.

“Pembayaran ke Corint Media sejalan dengan kesepakatan kami bersama 470 perusahaan media nasional di area area Jerman,” kata Google dalam keterangan resminya.

Adapun persetujuan lisensi Google dengan perusahaan media yang dimaksud digunakan dimaksud antara lain adalah Spiegel, Zeit, serta FAZ.

Corint Media sebelumnya meminta-minta kompensasi senilai 420 jt euro pada 2022 lalu. Namun, pada saat ini sudah dijalani menyetujui penawaran yang digunakan diberikan Google. Perwakilan Corint Media berharap keputusan dari DPMA nantinya akan meningkatkan remunerasi yang dimaksud yang dibayarkan Google.

Kedua belah pihak sebelumnya sudah lama menyetujui pembayaran satu kali sebesar 5,8 jt euro oleh Google untuk periode sejak diperkenalkannya undang-undang hak cipta tambahan pers yang digunakan baru pada tahun 2021.

“Google yang dimaksud yang semi-monopolis menentukan harga. Jadi, jalur melalui pengadilan adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan imbalan yang dimaksud dimaksud sesuai untuk pemakaian konten,” kata direktur pelaksana Corint Christine Jury-Fischer.


Tinggalkan Balasan