Travel  

Jejak Kota Pontianak Didirikan Sultan Syarif Abdurrahham Alkadrie pada 1771

Jejak Kota Pontianak Didirikan Sultan Syarif Abdurrahham Alkadrie pada 1771

republicberita.com – Jakarta – Kota Pontianak merupakan ibukota dari Provinsi Kalimantan Barat, yang tersebut dalam sejarahnya, kota ini dikenal dengan nama Pinyin (Kundian) oleh etnis Tionghoa. Dilansir melalui rri.co.id, kota ini didirikan oleh Syarif Abdurrahman pada 23 Oktober 1771 yang mana ditandai dengan pembukaan hutan dalam pertigaan Sungai Landak, Kapuas Kecil, juga Kapuas Besar.

Dalam geografisnya, kota ini dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Kapuas serta Sungai Landak. Terlihat dari kedua sungai ini sebagai lambang dari Kota Pontianak. Selain kedua sungai ini, kota ini juga dikenal dengan Kota Khatulistiwa. 

Pada tahun 1192, Syarif dinobatkan sebagai Sultan Pontianak Pertama dengan letak pusat pemerintahan ditandai dengan Mesjid Raua Sultan Abdurrahman lalu Istana Kadriyah. Sekarang ini terletak pada Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. 

Dalam tulisan sejarah oleh V. J. Verth, menjelaskan bahwa Belanda masuk ke Pontianak pada tahun 1194 dari Batavia. Yang menimbulkan putra ulama Syarif Hussein, yaitu Syarif Abdurraman meninggalkan kerajaannya kemudian merantau ke Banjarmasin. Kemudian, disana ia menikahi adik Sultan Banjar kemudian menjabat sebagai pangeran. Kemampuan berdagang yang dimilikinya, ia mampu mengumpulkan modal lalu mempersenjatai kapal pelancang juga kapal miliknya untuk melawan Belanda.

Bukan belaka itu, dia dibantu oleh Sultan Pasir akhirnya berhasil membajak kapal milik Belanda di tempat Bangka, kemudian diikuti oleh Kapal Inggris juga Perancis di area Pelabuhan pasir. Setelah berhasil, Syarif mendirikan pemukiman di dalam Sungai Kapuas. Yang kemudian mempertemukannya dengan cabang sungai Landak dan juga mengembangkannya menjadi pusat perdagangan. Selanjutnya, tempat ini dikenal dengan nama Pontianak. 

Dilansir melalui pontianak.go.id, bentuk dari lambang daerah ini adalah bulatan kubah yang dimaksud bertumpu pada tulisan Kota Pontianak. Yang artinya, kota ini didirikan juga ditandai dengan masjid sebagai lambang Keagungan Tuhan Yang Maha Esa.

Pada 5 Juni 1779, Belanda menyebabkan perjanjian dengan Sultan Pontianak tentang penduduk Tanah Seribu, tak sangat jauh dari Kota Pontianak yang mana tempat kegiatan orang Belanda. Kemudian tempat ini menjadi tempat Kepala Daerah Keresidenan Borneo.  

PONTIANAK.GO.ID | RRI
Pilihan editor: 5 Kuliner Khas Kota Pontianak Wajib Dijajal atau Sebagai Oleh-oleh