Dunia  

Ivanka Trump Diminta Hakim Bersaksi di dalam Sidang Ayahnya

Ivanka Trump Diminta Hakim Bersaksi di tempat dalam Sidang Ayahnya

republicberita.com – Jakarta – Putri mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ivanka Trump, diminta oleh individu hakim pada New York, Arthur Engoron, agar mau memberi kesaksian di dalam sidang dugaan kecurangan sipil yang digunakan melibatkan ayahnya. Pengacara Trump menyebut permintaan itu adalah sebuah tamparan sebab sejenis dengan mempermalukan anak-anak Trump.

 

Engoron menolak mosi yang digunakan diajukan tim hukum Ivanka agar dia menolak panggilan pengadilan, yang dimaksud memanggilnya dalam kasus dugaan penggelapan sebesar USD 250 jt (Rp3,9 triliun) melawan Trump, dua anak laki-laki Trump yang mana merupakan abang Ivanka dan juga banyak pejabat eksekutif di area Trump Organization

 

Ivanka sampai Juni 2023 diketahui adalah salah satu tergugat dalam kasus ini, namun sebuah pengadilan banding menemukan kalua gugatan terhadap Ivanka kaluwarsa (lewat batas waktu). Pada Jumat, 27 Oktober 2023, tim pengacara Ivanka berargumen kalau kesaksian Ivanka akan sangat tiada relevan dengan kasus dugaan penipuan ini akibat dia sudah mengundurkan diri dari Trump Organization pada 2017 dan juga sekarang sudah tidak ada lagi tinggal di tempat New York.

 

Akan tetapi, hakim Engoron berpandangan kalua Ivanka harusnya mengajukan banding lebih besar awal terkait panggilan pengadilan tersebut. Ivanka dianggap memanfaatkan privilege yang digunakan dimilikinya untuk melakukan kegiatan bidang usaha di area New York.

 

Kasus melawan Trump dan juga perusahaan real estate miliknya ini (Trump Organization), diajukan pada September 2022 oleh Jaksa Agung Letitia James. Dalam laporan itu, Trump digugat uang ganti merugi sebesar USD 250 jt dan juga tuntutan larangan melakukan kegiatan kegiatan bisnis di dalam New York lagi. James mengklaim Trump telah dilakukan melakukan penggelapan selama berpuluh tahun, menggelembungkan beberapa nilai properti juga perusahaan-perusahaannya ke bank serta ke perusahaan-perusahaan asuransi

 

James terpilih menjadi Jaksa Agung pada 2018 setelah dalam kampanyenya berjanji menggunakan segala aspek hukum untuk menginvestigasi mantan Presiden Trump kemudian usaha-usahanya. Kasus yang dimaksud disorongkan James mendapat lampu hijau dari hakim Engoron, yang pada bulan lalu menetapkan kalau Trump sudah pernah menggelembungkan nilai aset-asetnya antara USD 2.23 miliar kemudian USD3.6 miliar. Namun beberapa pakar properti ragu pada metode-metode yang digunakan hakim Engoron dalam menciptakan perhitungan.

 

Sumber: RT.com

Pilihan Editor: Jokowi Keluarkan Keppres No. 17 Tahun 2022 untuk Rehabilitasi serta Bantuan Sosial Korban Pelanggaran HAM, Apa Isinya?

 

Ikuti berita terkini dari Tempo di tempat Google News, klik di sini