Ini Cara Hamas Kalahkan Iron Dome Israel yang Terkenal Canggih

Ini Cara Hamas Kalahkan Iron Dome Israel yang tersebut Terkenal Canggih

republicberita.com – Hamas pada Sabtu melancarakan serangan umum secara mendadak ke selatan Israel. Serangan yang menyebabkan Israel kocar-kacir itu diawali dengan gempuran roket yang mana menimbulkan sistem pertahanan kubah besi alias Iron Dome Israel kelabakan.

Keberhasilan Hamas ini memantik pertanyaan, bagaimana dapat Iron Dome – sistem pertahanan anti-misil Israel – tak mampu mengatasi roket-roket murahan dari Jalur Gaza?

Bagaimana mungkin Hamas mampu membangun juga memiliki roket dama jumlah agregat besar tanpa terendus intelijen Israel yang terkenal canggih?

Pemerintah serta intelijen Israel pada masa kini sedang berkutat dengan pertanyaan-pertanyaan di tempat atas. Satu yang digunakan pasti, serangan umum Hamas ke Israel akhir pekan kemarin adalah pukulan telak bagi intelijen serta militer Israel.

Kelemahan Iron Dome

Sebelumnya serangan roket Hamas tak pernah jadi permasalahan penting untuk Israel, terutama berkat adanya Iron Dome. Dikembangkan sebagai sistem pertahanan udara mobile, Iron Dome berfungsi merontokkan roket-roket jarak pendek yang ditembakan ke Israel.

Dikembangkan oleh perusahaan senjata lokal, Rafael Advanced Defense Systems, Iron Dome terdiri dari tiga komponen: radar untuk mendeteksi roket lawan, sistem kendali kemudian manajemen senjata sebagai otaknya juga terakhir peluncur roket Tamir yang mana bertugas mencegat roket-roket lawan.

Seorang tentara Israel sedang berjalan di tempat depan peluncur rudal sistem Iron Dome (Shutterstock).
Seorang tentara Israel sedang berjalan di tempat depan peluncur roket Tamir, sistem pertahanan Iron Dome (Shutterstock).

Iron Dome efektif menjaga Israel dari serangan roket Hamas hingga Hizbullah di area Lebanon selama 12 tahun terakhir, sampai terjadinya serangan umum pada 7 Oktober kemarin.

Sejumlah analis menilai, Hamas sudah mengetahui kelemahan Iron Dome, mempelajarinya dan juga memanfaatkannya dalam serangan pada Sabtu lalu Minggu kemarin.

Hamas tampaknya sudah tahu, peluncur roket Iron Dome tak mampu mengatasi tembakan roket dalam jumlah total banyak kemudian yang mana ditembakan dalam waktu bersamaan.

Kelemahan sistem ini terletak pada jumlah keseluruhan peluncur roket Tamir yang terbatas. Selain itu diperlukan waktu yang mana cukup lama untuk mengisi ulang roket ke dalam peluncurnya.

Serangan umum Hamas ke Israel pada Sabtu diawali oleh gempuran roket pada dini hari. Menurut analisis perusahaan keamanan jika Inggris, Janes, Hamas menembakkan 3000 roket ke Israel hanya saja dalam tempo dua hari.

Sebagai perbandingan, dalam serangan pada Mei 2021 lalu, Hamas menembakan 4.360 unit roket ke Israel dalam waktu 15 hari. Ketika itu, Hamas tampaknya sudah mendeteksi kelemahan Iron Dome, terutama ketika mereka menembakkan 100 roket dalam hitungan menit saja.

Senjata baru dari Iran

Selain jumlah keseluruhan memanfaatkan total roket yang digunakan banyak, Hamas disebut Janes menggunakan sistem roket baru yang digunakan dinamai Rajum. Ini adalah jenis roket jarak pendek, yang mana disebut lebih besar sukar untuk dicegat oleh Iron Dome.

Selain itu, Hamas juga menggunakan drone-drone kecil yang bisa jadi menjatuhkan bom ke posisi tentara Israel. Hamas tampaknya mencontek penyelenggaraan drone dalam perang Ukraina – Rusia.

Tidak belaka itu, dalam serangan Sabtu Hamas menggunakan berbagai jenis roket kemudian sistem misil – baik sudah usang maupun yang tersebut terbaru. Roket Hamas itu harganya sangat murah, akibat belum dilengkapi teknologi kendali jarak jauh.

Serangan misil Israel di dalam Jalur Gaza. (AFP)
Serangan misil Israel di tempat Jalur Gaza. (AFP)

Dengan kata lain, roket yang tersebut digunakan Hamas adalah “roket bodoh” tetapi tetap belaka mematikan. Roket-roket ini juga ditembakan menggunakan sistem peluncur sederhana.

Sebagian besar roket Hamas dibawa dalam bentuk komponen-komponen ke Gaza dan juga dirakit sendiri oleh Hamas. Iran adalah pemasok utama persenjataan Hamas.

Selain itu, senjata untuk Hamas juga diselundupkan dari Suriah kemudian Libya. Ada pula senjata yang digunakan dirampas atau dicuri dari Israel sendiri.

Israel bersama Mesir selama bertahun-tahun sudah pernah berusaha mencegah penyeludupan senjata kemudian substansi baku roket ke Gaza, tetapi belum berhasil juga.

Hamas miliki jaraingan terowongan bawah tanah yang dimaksud digunakan untuk menyelundupkan senjata dan juga unsur pokok. Israel telah terjadi menghancurkan terowongan bawah tanah sepanjang 100 km dengan dalam 60 meter pada Gaza pada 2021 lalu.

Diyakini Hamas masih miliki jaringan terowongan lain yang digunakan belum terdeteksi Israel.

Tinggalkan Balasan