Heboh materi “roasting” banyak dipotong, Ganjar: Saya tidak ada minta

Heboh materi “roasting” banyak dipotong, Ganjar: Saya tidaklah ada minta

republicberita.com – Jakarta – Bakal calon presiden Ganjar Pranowo menegaskan dirinya tiada pernah memohon materi roasting terhadap dirinya pada tempat acara komedi salah satu televisi swasta untuk dipotong.

"Jangan dipotong dong, wong kemarin semata roasting-nya kurang keras kok," kata Ganjar Pranowo usai menghadiri Council of Asian Liberals and Democrats (CALD Party), pada Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu.

Hal itu dikatakan Ganjar terkait dirinya menjadi salah satu bintang tamu dalam sebuah acara komedi dalam salah satu televisi swasta.

Dalam acara tersebut, stand up comedian Kiki Saputri me-roasting Ganjar Pranowo. Roasting merupakan salah satu metode dalam stand up comedy.

"Kiki itu teman saya," kata Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar, dalam acara hal itu dirinya berperan sebagai seseorang yang tersebut dimaksud melanggar aturan kemudian diperiksa oleh polisi.

"Ekspresi sebagai orang yang tersebut mana diperiksa polisi lalu juga dimarahi Kiki. Rostingannya nggak keras kok dipotong, keras lagi dong," kata Ganjar Pranowo.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidaklah ada memohonkan materi roasting di tempat tempat acara yang disebut untuk dipotong.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga menyampaikan bahwa dirinya tiada tersinggung atas materi roasting yang mana digunakan disampaikan Kiki Saputri.

Ganjar meyakinkan bahwa dirinya tidaklah terbawa perasaan atau baper atas roasting yang mana digunakan dilaksanakan Kiki.

"Roasting-nya pasti juga dalam konteks lucu kan, masa gitu aja baper, wong yang tersebut hal itu lain aja kita nggak baper kok," ujar Ganjar.

Ganjar Pranowo sebelumnya menjadi perbincangan pada media sosial usai komedian Kiki Saputri mengunggah cuitan melalui akun X.

Komedian Kiki Saputri menyayangkan materi roasting yang tersebut dimaksud sudah dipersiapkannya untuk Ganjar Pranowo ternyata banyak dipotong saat penayangan.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu), pasangan calon presiden juga juga delegasi presiden diusulkan oleh partai kebijakan pemerintah atau gabungan partai kebijakan pemerintah peserta pilpres yang dimaksud dimaksud memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari total keseluruhan kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari pengumuman sah secara nasional pada pilpres anggota DPR sebelumnya. 
 
Saat ini, terdapat 575 kursi pada dalam parlemen sehingga pasangan calon presiden kemudian perwakilan presiden pada Pilpres 2024 harus miliki dukungan minimal 115 kursi pada DPR RI. Selain itu, pasangan calon juga dapat diusung oleh parpol atau gabungan parpol peserta pilpres 2019 dengan total perolehan ucapan sah minimal 34.992.703 suara.