Gaji dalam Bawah UMR, PNS Korea Selatan Resign Berjamaah

Gaji dalam Bawah UMR, PNS Korea Selatan Resign Berjamaah

republicberita.com –

Jakarta – Kondisi tenaga kerja pada Korea Selatan sedang tiada baik-baik saja. Di tengah tingginya total anak muda yang mana dimaksud menganggur, sekarang ini banyak PNS yang dimaksud dimaksud ramai-ramai resign dari pekerjaannya. 

Dalam dua tahun terakhir, total pegawai negeri sipil (PNS) di tempat area Korea Selatan yang tersebut hal itu mengundurkan diri dari jabatannya meningkat dua kali lipat. Umumnya, dia yang dimaksud resign baru bekerja kurang dari setahun, menurut laporan Korea Herald.

Menurut data yang dirilis oleh Anggota Parlemen Lim Ho-seon dari Partai Demokrat Korea, tercatat ada 3.064 pegawai negeri yang mana mengundurkan diri secara sukarela setelah menjabat kurang dari setahun pada tahun 2022. Jumlah ini dua kali lipat jika jika dibandingkan 1.583 pegawai yang mana hal itu mengundurkan diri secara sukarela pada 2020.

Alasan dalam area balik fenomena ini klasik, mereka itu tak puas dengan gaji yang dimaksud dimaksud diterima setelah bekerja sangat keras sebagai PNS golongan terbawah.

Laporan The Korea Herald menyebut, pada tahun ini, PNS grade 9 pada tahun pertama mereka itu bekerja semata-mata mendapat gaji 1,78 jt won (atau sekitar Rp20 juta) per bulan. Jumlah itu lebih lanjut tinggi rendah dari upah bulanan minimum sebesar 2,05 jt won berdasarkan upah minimum per jam.

Orang-orang memakai masker wajah sebagai tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 di area area Yeouido Hangang River Park pada tempat Seoul, Korea Selatan. (Chris Jung/NurPhoto via Getty Images)Foto: Yeouido Hangang River Park pada Seoul (Getty Images/NurPhoto)

Meskipun PNS grade 9 menerima hingga 18 jenis gaji tambahan yang digunakan yang berbeda, seperti subsidi kerja kemudian biaya makan, 20%-30% persen dari total gaji dia dipotong sebagai bea rakyat serta pajak, sehingga pada akhirnya gaji merekan berada di area tempat bawah upah minimum.

Seorang perempuan berusia 32 tahun bermarga Jo juga baru belaka resign oleh sebab itu alasan yang mana hal tersebut sama.

“Saya sangat menginginkan pekerjaan ini ketika saya sedang belajar untuk mengikuti ujian pegawai negeri,” kata Jo kepada The Korea Herald.

“Tugas saya banyak sekali, tetapi saya tiada dibayar cukup untuk melakukan itu. Jadi saya resign, serta saya mau mencari pekerjaan lain di dalam dalam bidang yang tersebut berbeda,” tambahnya.

Angka pengangguran dalam Korea Selatan

Hampir 4 dari 10 anak muda Korea Selatan sudah menjadi pengangguran selama tiga tahun terakhir. Data ini semakin menyoroti isu bahwa semakin banyak generasi muda yang tersebut mana sudah menyerah dalam mencari pekerjaan.

Menurut data Statistik Korea yang dirilis pada Minggu (22/10/2023), sekitar 218.000 warga Korea berusia 15 hingga 29 tahun belum bekerja selama lebih besar besar dari tiga tahun pada Mei 2023. Di antara jumlah total agregat golongan tersebut, 80.000 adalah mereka itu yang digunakan menghabiskan sebagian besar waktunya pada dalam rumah tanpa mencari pekerjaan, training atau menjalani pendidikan. Badan Statistik Korea memasukkan dia dalam kategori not in education, employment or training (NEET).

Badan hal yang juga menemukan bahwa total generasi muda yang dimaksud dimaksud berpartisipasi secara sektor ekonomi terus menurun, meskipun terdapat peningkatan jumlah keseluruhan agregat pekerja dalam area seluruh rentang usia.

Kim Sung-hee, individu profesor di dalam area School of Labour Studies pada Universitas Korea, menyebut bahwa kesulitan utama dalam balik isu ini adalah minimnya pekerjaan yang digunakan digunakan stabil serta bergaji layak.

“Pekerjaan dengan prospek bagus dan juga juga gaji layak seperti karyawan tetap dalam dalam perusahaan besar dengan lebih lanjut lanjut dari 300 karyawan – jumlahnya cuma mencakup sekitar 10 persen dari seluruh pekerjaan dalam negara ini,” ungkap Kim.

Artikel Selanjutnya Artis Korea Park Soo Ryun Meninggal usai Terjatuh dari Tangga