Dulu Buat Ghozali Kaya Raya, Startup Ini PHK 50% Karyawan

Dulu Buat Ghozali Kaya Raya, Startup Ini PHK 50% Karyawan

republicberita.com –

Jakarta – Ingatkah Anda terhadap Ghozali yang mana mendadak kaya oleh sebab itu NFT foto selfienya itu? Hampir dua tahun berlalu, jaringan tempat berjualan yang mana disebut Opensea dilaporkan memangkas setengah jumlah keseluruhan total karyawannya.

Raksasa pasar NFT itu mengonfirmasi kabar PHK stafnya. Namun perusahaan tiada akan menyebutkan total agregat pasti yang digunakan dimaksud terdampak kebijakan tersebut. Saat ini, total agregat pegawai OpenSea diperkirakan mencapai 115 orang.

“Saat ini kami menyebabkan perubahan organisasi lalu operasional yang dimaksud signifikan seiring dengan fokus dalam membangun versi Opensea yang digunakan gesit kemudian lebih besar lanjut baik,” kata juru bicara Opensea, dikutip dari Decrypt, Senin (6/11/2023).

Salah satu pendiri Devin Finzer juga bergabung angkat bicara mengenai PHK itu. CEO Opensea mengatakan perusahaan melakukan PHK untuk meluncurkan perusahaan dalam versi generasi berikutnya atau Opensea 2.0.

Dia menjelaskan pihaknya enggan semata-mata sekali menjadi pengikut dibandingkan pemimpin dalam pasar. Opensea 2.0 dijanjikan akan mempunyai peningkatan besar pada produknya.

“Kami ingin bergerak dengan kecepatan, kualitas, juga keyakinan untuk menciptakan taruhan yang tersebut mana tambahan bermakna. Hari ini kami melakukan reorientasi tim pada Opensea 2.0, peningkatan besar pada produk-produk kami, termasuk teknologi dasar, keandalan, kecepatan kualitas serta pengalaman,” jelasnya.

Mereka yang digunakan hal tersebut terdampak PHK akan diberikan pesangon selama empat bulan. Selain itu juga mendapatkan layanan kesehatan juga kesehatan mental dalam enam bulan, serta pemberian ekuitas yang digunakan dimaksud lebih besar lanjut cepat.

Pada Juli 2022 lalu, Opensea juga sudah pernah lama memangkas 57 pegawainya. Saat itu perusahaan beralasan dalam rangka pemangkasan biaya pada area tengah anjloknya transaksi aset digital.

Pasar NFT memang mulai kehilangan kepopulerannya sejak pertengahan tahun lalu. Sejak saat itu, pasar kian sepi berbarengan dengan turunnya nilai aset kripto yang tersebut digunakan ada di dalam area pasar.

Saat itu juga bersamaan dengan hambatan perekonomian mulai dari inflasi tinggi, ancaman resesi serta suku bunga tinggi. Masalah itu menghasilkan pemodal menjadi lebih banyak tinggi hati-hati mengeluarkan dananya pada aset berisiko.

Artikel Selanjutnya PHK Massal Startup Proptech, Bisnis Properti Masih Cerah?