Bisnis  

DPU Semarang koordinasi lintas sektor tanggulangi peluang banjir

DPU Semarang koordinasi lintas sektor tanggulangi prospek banjir
Meski belum tahu hujan turun kapan, kami terus melakukan koordinasi penanggulangan banjir pada 2023 ini,

republicberita.com – Semarang – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Jawa Tengah,  terus berkoordinasi lintas sektor dalam upaya mengatasi prospek banjir, seperti melalui pengerjaan proyek infrastruktur drainase serta jalan.

"Meski belum tahu hujan turun kapan, kami terus melakukan koordinasi penanggulangan banjir pada 2023 ini," kata Kepala DPU Kota Semarang Suwarto dalam area Semarang, Senin.

Selain melaksanakan proyek fisik revitalisasi delapan drainase besar, koordinasi mengantisipasi banjir juga dijalani bersama Kementerian Pekerjaan Umum juga Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kata dia, kemungkinan banjir bukan belaka berasal dari sungai yang digunakan mana menjadi kewenangan Pemerintah Kota Semarang, melainkan juga sungai-sungai di area area bawah Pemprov Jateng juga Kementerian PUPR, dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

"Jika bukan melakukan koordinasi, takutnya terjadi banjir nanti kesulitan dalam penanganan," katanya.

Dari sebanyak 46 sungai yang tersebut melintasi Kota Semarang, kata dia, 16 sungai di dalam dalam antaranya merupakan kewenangan Pemprov Jateng dan juga juga lima sungai pada area bawah pusat atau BBWS Pemali Juana.

Sebagai pelayan masyarakat, Suwarto memverifikasi langkah antisipasi maupun penanganan banjir dapat diimplementasikan secara sinergi.

Beragam upaya yang mana digunakan dilakukan, yaitu pembersihan tanaman eceng gondok hingga pengerukan sedimentasi dalam beberapa sungai yang dimaksud sudah mengalami kedangkalan.

"Eceng gondok tumbuh subur pada area sungai-sungai, terutama di area area Kali Banger, juga terakhir yang tersebut mana sudah kami bersihkan di tempat area Rumah Pompa Kandang Kebo, Kali Tenggang, lalu Sungai Kaligawe akan selesai," katanya.

Pengerukan sedimentasi juga dilaksanakan dalam Sungai Sringin Lama, Sungai Semarang pada sekitar Kuningan, Sungai Bajak di area tempat daerah Kelurahan Tandang, Karangroto, kemudian Kaligawe pada tempat depan Polsek Genuk lalu juga pada tempat bawah Flyover Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

"Termasuk kesiapan-kesiapan pompa kami maksimalkan, saat ini terus berusaha melakukan pengecekan juga memelihara pompa-pompa, supaya saat musim hujan tiba semuanya sudah bisa jadi jadi berfungsi optimal," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan berbagai upaya penanggulangan banjir sudah pernah dilaksanakan dilakukan, yakni pembersihan sungai-sungai besar dari sedimentasi, bangunan saluran air dalam beberapa daerah, serta beberapa program lain untuk meminimalkan dampak banjir saat musim hujan.

Ita, sapaan akrab Hevearita menjamin keseriusannya dalam upaya mengatasi banjir yang digunakan sudah dipersiapkan sejak lama walau masih masuk musim kemarau, termasuk penanganan dalam area wilayah pinggiran.

"Upaya untuk mengatasi ancaman banjir memang menjadi salah satu fokus kami. Target kami, titik genangan pada area Kota Semarang bisa jadi jadi terkurangi dengan banyaknya program pembangunan drainase yang dimaksud kami laksanakan," katanya.