DIY uji coba “contraflow” khusus Trans Jogja di dalam Jalan Pasar Kembang

DIY uji coba “contraflow” khusus Trans Jogja pada dalam Jalan Pasar Kembang
Sistem ‘contraflow’ itu khusus untuk Bus Trans Jogja saja.

republicberita.com – Yogyakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan uji coba sistem "contraflow" atau lawan arus khusus Bus Trans Jogja di tempat tempat Jalan Pasar Kembang, Kota Yogyakarta mulai Sabtu (28/10) hingga awal Desember 2023.

"Sistem 'contraflow' itu khusus untuk Bus Trans Jogja saja. Jalur yang dimaksud digunakan cuma sepanjang 500 meter," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub DIY Sumaryoto saat dihubungi di area dalam Yogyakarta, Selasa.

Sumaryoto menjelaskan saat uji coba "contraflow", Jalan Pasar Kembang yang dimaksud hal tersebut selama ini menerapkan sistem satu arah dari timur ke barat, dapat dilintasi Bus Trans Jogja dari arah barat menuju Malioboro.

Bus Trans Jogja yang mana dimaksud melaju dari arah barat akan melalui lajur paling kanan dari tiga lajur yang tersebut ada di tempat tempat Jalan Pasar Kembang.

Selain memanfaatkan "water barrier" sebagai pembatas, menurut dia, Dishub DIY juga menyediakan halte portabel pada dalam depan pintu keluar Stasiun Tugu.

"Ke depan kami akan memasang ATCS (area traffic control system) untuk pengaturan lalu lintasnya. Tapi, untuk uji coba kita masih manual dengan menempatkan personel dulu," kata dia lagi.

Menurut Sumaryoto, sistem "contraflow" yang digunakan bertujuan mempermudah akses penduduk atau wisatawan dari Stasiun Tugu menuju kawasan Malioboro yang tersebut digunakan menjadi bagian dari Sumbu Filosofi.

Para penumpang kereta api (KA) yang digunakan itu turun dalam dalam Stasiun Tugu dapat menggunakan Bus Trans Jogja melalui halte yang digunakan disediakan untuk menuju Malioboro.

"Kami harus menyiapkan akses bagi warga untuk menuju ke Sumbu Filosofi. Biasanya kan dari arah barat harus jalan ke timur menyeberang menuju Halte Malioboro 1," kata dia pula.

Uji coba sistem "contraflow", kata dia, merupakan bagian dari persiapan kawasan Malioboro menjadi "full pedestrian" atau khusus pejalan kaki serta angkutan umum seperti Bus Trans Jogja.

Sumaryoto mengatakan rencana uji coba hal itu sudah disosialisasikan terpencil hari kepada warga di area area sekitar kawasan Jalan Pasar Kembang serta melalui media sosial Dishub DIY.

"Mudah-mudahan rakyat nanti bukan kaget dengan adanya Bus Trans Jogja yang dimaksud itu tiba-tiba melintas dari barat ke timur," ujar dia lagi.