Dilema Ilmuwan NASA Hadapi Limpahan Materi ‘Alien’ Asteroid Bennu

Dilema Ilmuwan NASA Hadapi Limpahan Materi ‘Alien’ Asteroid Bennu

republicberita.com – Tim ilmuwan  mengaku happy usai mengetahui sampel ‘alien’ dari , yang digunakan dibawa oleh pesawat ruang angkasa OSIRIS-REx ke Bumi, amat melimpah. Namun, mereka itu mengungkap itu memicu kesulitan lain.

Hal itu terungkap ketika merekan itu membongkar tabung berisi sampel yang tersebut itu dijatuhkan ke Bumi pada 26 September.

Ditemukan banyak sekali materi berbutir halus di area area bagian dalam tutup dan juga juga dasar di dalam dalam sekeliling mekanisme pengambilan batuan juga tanah dari luar Bumi. Puing-puing tak terduga itu sanggup belaka mengungkap informasi penting tentang asteroid itu sebelum sampel utama dianalisis.

Sampel hal itu tiba di area area Houston pada 24 September pukul 12.40 siang waktu setempat,dan dibawa dengan menggunakan pesawat C-17 Angkatan Udara AS.

Tim peneliti akan menghabiskan beberapa minggu ke depan di tempat area laboratorium NASA Johnson yang digunakan dibangun khusus untuk sampel asteroid Bennu.

Pendaratan bersejarah sampel dalam dalam gurun Utah pada tanggal 24 September menandai puncak misi OSIRIS-REx NASA selama 7 tahun, yang dimaksud digunakan melakukan perjalanan ke asteroid Bennu berjarak sekitar 320 jt kilometer dari Bumi.

Misi hal itu mendarat di dalam tempat asteroid kemudian kemudian terbang kembali ke Bumi untuk menurunkan sampel.

Tim misi membawa tabung hal yang disebut sehari setelah tiba di dalam dalam Johnson Space Center NASA di dalam dalam Houston, yang dimaksud mempunyai ruang khusus untuk menganalisis sampel kosmik dengan cermat.

Lab ini miliki kotak sarung tangan khusus yang dimaksud digunakan dibuat agar sesuai dengan tabung sampel yang mana mana berisi kepala TAGSAM (Touch-and-Go Sample Acquisition Mechanism) di area tempat dalamnya.

Asteroid adalah sisa-sisa dari pembentukan tata surya, yang tersebut yang memberikan wawasan tentang bagaimana masa-masa awal ketika planet-planet terbentuk serta menetap pada tempatnya.

Namun, asteroid dekat Bumi juga merupakan ancaman bagi planet kita. Memahami komposisi kemudian orbitnya merupakan kunci untuk menemukan cara untuk membelokkan batuan antariksa yang tersebut dimaksud berada dalam jalur tabrakan dengan Bumi.

Ketika OSIRIS-REx secara singkat menggunakan kepala TAGSAM untuk mengambil permukaan Bennu juga mengumpulkan sampel pada Oktober 2020, OSIRIS-REx mengumpulkan banyak sekali materi.

Partikel-partikelnya dapat dilihat perlahan-lahan melayang ke ruang angkasa sebelum kepala TAGSAM itu disimpan pada dalam tabung.

Hal ini menyebabkan para ilmuwan percaya merekan mungkin dapat melakukan analisis cepat terhadap materi apa pun yang digunakan digunakan merekan temukan saat membuka tabung.

“Masalah yang mana itu paling utama adalah banyaknya materi yang tersebut dimaksud ditemukan, sehingga butuh waktu lebih lanjut lanjut lama dari yang dimaksud hal itu kami perkirakan untuk mengumpulkannya,” ujar Christopher Snead, perwakilan pimpinan kurasi OSIRIS-REx seperti dikutip dari CNN, Kamis (5/10).

“Ada banyak materi yang tersebut hal tersebut berlimpah di dalam tempat luar kepala TAGSAM yang tersebut digunakan menarik dengan sendirinya. Benar-benar spektakuler untuk miliki semua materi itu pada dalam sana,” sambungnya.

Sampel asteroid yang dimaksud hal itu sebenarnya baru akan diungkap pada 11 Oktober. Kepala TAGSAM akan dipindahkan ke kotak sarung tangan khusus untuk dibongkar secara hati-hati, serta sampel pada dalam dalamnya akan diungkap.

Tim peneliti akan menggunakan pemindaian mikroskop elektron, sinar-X, juga instrumen inframerah untuk pemeriksaan pertama terhadap materi yang dimaksud dimaksud dikumpulkan dari Bennu.

Instrumen-instrumen yang tersebut akan memberi para ilmuwan pemahaman tentang komposisi kimia sampel, mendeteksi mineral terhidrasi atau partikel organik, serta mengungkapkan kelimpahan jenis mineral tertentu yang tersebut ada dalam area asteroid.

“Anda mempunyai orang-orang, instrumen, serta infrastruktur terbaik yang dimaksud akan meneliti sampel-sampel ini,” kata Keller.

Analisis awal akan membantu para peneliti mempunyai gambaran yang tersebut dimaksud lebih banyak banyak baik tentang apa yang mana diharapkan dari sampel yang mana dikumpulkan dari Bennu.

Para ilmuwan percaya bahwa asteroid seperti Bennu mungkin sudah terjadi mengirimkan elemen-elemen penting seperti air ke Bumi pada awal pembentukan planet kita.

Selain itu lewat asteroid Bennu peneliti sanggup jadi mempelajari sampel yang digunakan dimaksud masih asli dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud dimaksud belum terjawab mengenai asal-usul tata surya kita.

Tinggalkan Balasan