Bak puisi kuno China, APG Hangzhou ditutup dengan pesan sarat makna

Bak puisi kuno China, APG Hangzhou ditutup dengan pesan sarat makna

republicberita.com – Hangzhou, China – Bagaikan puisi kuno China yang dimaksud dalam, penyelenggaraan Asian Para Games 2022 Hangzhou resmi ditutup dengan pesan yang digunakan digunakan sarat akan makna, bahwa olahraga juga membawa kebahagiaan serta solidaritas bagi banyak orang lalu bangsa.

Pada upacara penutupan yang mana hal tersebut digelar pada Hangzhou Olympic Sports Centre, Sabtu, ragam tempat ikonis sebagai latar dilengkapi dengan koreografi serta penataan cahaya nan cantik segera mencuri perhatian para penonton kemudian membawa rasa haru.

Tak lama, pertunjukan teatrikal dimulai. Terdapat individu gadis yang mana mana tengah menari dengan penuh perasaan pada dalam tengah Danau Xu (West Lake) yang dimaksud megah juga legendaris.

Lalu, kelopak-kelopak bunga lily berwarna pink bertebaran kemudian menyatu dengan kilau cahaya yang digunakan mengelilinginya — sebelum akhirnya merekan berpencar lagi juga mengantarkan sang gadis kembali untuk pulang.

Penampilan ini sekaligus memperkenalkan kepada para penonton tentang tradisi China yaitu mempersembahkan puisi sebagai hadiah saat sahabat berpisah.

Kebiasaan untuk menulis puisi untuk teman-teman yang digunakan dimaksud akan melakukan perjalanan sendiri merupakan sebuah tradisi di tempat area era China kuno. Hal itu untuk menunjukkan kasih sayang, kerinduan, lalu kesedihan mereka, di dalam area antara banyak emosi lainnya.

Disajikan pula kostum lalu juga koreografi upacara penutupan yang mana mana telah terjadi lama dirancang kemudian dibuat sedemikian rupa untuk menampilkan keindahan juga gambaran puisi China.

Dalam satu adegan, para pemain secara kolektif membacakan baris-baris syair "Bie Li (别离)" atau "Perpisahan" karya penyair terkenal Dinasti Tang (618-907) Lu Guimeng.

"Seorang pahlawan mungkin akan menyeka air matanya, namun tak ketika ia berpisah dengan para teman-teman sesama pejuang."

"Tapi, dengan hati yang dimaksud digunakan kuat, tak ada rasa penyesalan untuknya berpisah," demikian penggalan puisi tersebut.

Kisah romantis hal itu terwujud sepenuhnya dalam penampilan bertajuk "Tea for Farewell" yang tersebut digunakan juga merupakan sebuah tradisi Tiongkok yang mana mana sudah dihormati sejak ribuan tahun lalu.

Sementara itu, Asian Para Games edisi kelima akan digelar pada tahun 2026 dalam Aichi, Nagoya, Jepang.