Anak suka corat-coret tembok, ini kata animator Wadit

Anak suka corat-coret tembok, ini kata animator Wadit
Karena itu saling melengkapi juga punya output yang mana berbeda..

republicberita.com – Jakarta –

Sebagian orang tua mungkin kesal melihat anaknya mencorat-coret tembok, meskipun banyak juga yang dimaksud mengerti juga mendiamkannya. Lalu, bagaimana orang tua seharusnya menyikapi perilaku anak yang hal itu seperti itu?

Animator Indonesia yang mana mana juga pendiri HelloMotion Academy Wahyu Aditya berbagi tips untuk orang tua dalam memfasilitasi anak yang digunakan mana gemar corat-coret sebagai bentuk ekspresi.

"Memberi ruang dia itu berekspresi dengan tiada memarahi ketika coret-coret tembok, atau diarahkan ke media gambar yang tersebut digunakan hemat seperti kertas lalu alat gambar yang digunakan ada, misalnya krayon kemudian spidol," kata Wahyu Aditya yang akrab dipanggil Wadit dalam acara festival menggambar di dalam dalam Jakarta, Minggu.

 
Sebagai penggerak di tempat dalam bidang animasi lalu kreativitas Indonesia, Wadit percaya bahwa setiap imajinasi merupakan sebuah ide yang mana digunakan perlu dikembangkan dengan kreativitas agar nantinya dapat menjadi suatu kenyataan.

 
Pada masa usia anak 2-3 tahun, anak sering berekspresi dengan gambar atau mencoret-coret. Hal ini, kata Wahyu, merupakan perwujudan dari jika usul nenek moyang yang dulu berkomunikasi lewat gambar.
 
Sehingga, menggambar dapat menjadi salah satu bentuk mengekspresikan diri, lalu tugas orang tua untuk membangun kembali seni yang mana itu ada pada diri anak.
 
Wahyu juga menyarankan untuk membebaskan anak bereksplorasi dengan gambarnya juga tak harus selalu diarahkan untuk mengikuti les juga menjadi seniman.
 
Selain itu, dunia teknologi yang digunakan digunakan berkembang saat ini, juga menjadi sarana bagi orang tua dapat memperkenalkan seni melalui media digital.
 
"Karena itu saling melengkapi serta juga punya output yang berbeda, jadi sebaiknya dikenalkan keduanya, manual, tradisional maupun digital," ucap Wahyu.
 
Melalui acara festival menggambar, Wahyu mengapresiasi keberanian para peserta tingkat Sekolah Dasar dalam menuangkan ide cerita lewat gambar lalu berani dalam mencampur warna.
 
Ia pun juga merasa bangga banyak anak Indonesia yang mana dapat menuangkan kreativitas kemudian juga visualisasi yang hal tersebut menakjubkan mulai dari pewarnaan hingga imajinasi yang tersebut mana menurutnya out of the box.
"Festival Menggambar Nasional 2023 dapat menggalakkan kreativitas juga menjadi wadah imajinasi anak-anak. Ini dapat menginspirasi anak untuk mempelajari hal baru atau berpikir out of the box," tutup Wahyu.